Hidup Sehat Alami
Hidup Sehat Alami Dr Tan Tjiauw Liat
Sebetulnya bila kita coba mengerti keadaan dan cukup membaca bahwa "dunia kita di-ombang ambing kan" oleh segelintir manusia yang berkedudukan tinggi tapi tanpa perasaan sebagai sesama manusia.
Saya kebetulan membaca dan mengikuti persoalan ini lewat internet http://www mercola.com. tanggal 25 Oktober 2005 (avian flu hoax). Website mercola .com merupakan website kesehatan yang terbanyak dibaca seluruh dunia dan merupakan suatu website yang lain dari yang lain. Sebab dunia kedokteran yang kita pahami saat ini, merupakan kaki tangan industri pharmacy dunia.
Saya selain berpraktek dokter, mempunyai perhatian tentang lingkungan, maka sewaktu santernya tentang flu burung ada beberapa pasien saya yang mempunyai peternakan ayam.
Dan saya menganjurkan mereka menambah makanan ayamnya dengan tepung ikan. Kenapa? Tepung ikan mengandung omega-3 yang essential untuk kehidupan sehat pada setiap makhluk hidup. Maka apa hasilnya?
Peternak ayam yang mengikuti anjuran saya, ternaknya tidak satupun yang menjadi korban flu burung. Tetapi peternak lain dengan alasan pemberian tepung ikan kurang menguntungkan (karena harga jual telur dan daging tidak cocok dengan cost), ternak ayamnya banyak mati.
Permasalahannya sederhana. Sebagai dokter saya cukup paham, bila daya tahan setiap makhluk memadai karena gizi (makanan), maka segala macam penyakit tidak ada masalah, termasuk juga manusia.
Kita panik karena kurang pengetahuan tentang kesehatan. Virus selalu ada di sekeliling kita dan karena daya tahan tubuh kita turun, maka virus yang tadinya tidak berpengaruh apa-apa, akhirnya menyerang tubuh kita dan kita jadi sakit.
Mengenai korban manusia, itu disebabkan makanan kita kurang menunjang kesehatan. Pengertian kita, bila sudah makan maka otomatis sehat adalah salah besar. Juga bila sakit harus makan "obat" juga salah besar.
Demikian pula dengan demam berdarah dengue. Tubuh kita turun kekebalannya karena keadaan gizi yang tidak menunjang untuk sehat.
Dari dulu nyamuk selalu ada dan hidup berdampingan dengan makhluk hidup lain, tapi begitu daya tahan tubuh kita menurun maka segalanya jadi masalah. Dan lantas nyamuk hendak dibasmi? Mana mungkin.
Hanya industri pharmacy yang mencari akal untuk "menciptakan obat" dan "membasmi" penyakit. Dan demikian kita di Fakultas Kedokteran diajarkan bagaimana mengatasi penyakit dengan obat.
Sebab kita tidak pernah dididik kenapa kita menjadi sakit dan apa penyebab kita sakit.
Dengan diketahui sebabnya maka segala penyakit dapat diatasi tanpa mengganggu keseimbangan alam semesta. Bagaimana supaya kita sehat harus diatasi dengan nutrisi.
Dr Tan Tjiauw Liat
Jl. Pluit Putri Dalam No 8 Jakarta Utara
Saat ini di seluruh dunia manusia semakin sadar akan pentingnya kembali ke alam untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Alam dari dulu sebenarnya telah menyediakan berbagai macam obat yang selama ribuan tahun dimanfaatkan manusia secara turun-temurun. Manusia modern-lah yang kemudian cenderung mengabaikan anugerah alam tersebut.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran tersebut, riset-riset ilmiah pun kini semakin banyak diarahkan pada bahan-bahan alami. Obat-obatan herbal atau jamu yang diproses secara modern dan didukung hasil riset pun semakin banyak tersedia. Beberapa puluh tahun lalu, Anda tidak dapat membayangkan sedemikian banyaknya pilihan obat herbal modern yang kini ada di pasaran.
Apa saja keunggulan menggunakan obat herbal dibandingkan obat farmasi?
1. Tidak ada efek samping
Obat herbal adalah produk alami yang ditemukan di alam dan benar-benar bebas dari semua jenis efek samping. Orang Indonesia telah berabad-abad meminum berbagai macam jamu tradisional dan belum pernah tercatat ada kasus efek samping yang mematikan. Namun Anda tetap perlu berhati-hati karena beberapa jenis jamu tradisional diproduksi tidak secara higienis dan bahkan dicampur zat-zat kimia sehingga berbahaya bagi tubuh. Dalam hal ini yang berbahaya bukan jamunya, namun kontaminasi jamur dan zat tambahannya.
2. Bebas toksin
Obat farmasi adalah racun. Anda tidak boleh mengkonsumsinya sembarangan. Obat herbal bebas racun sehingga aman dikonsumsi siapa pun, bahkan seringkali memberikan efek meluruhkan racun dalam tubuh (detoksifikasi).
3. Mudah diproduksi
Obat herbal adalah hasil pengolahan yang sederhana atas akar, umbi, buah, bunga, kulit kayu dan bagian tanaman lainnya. Kesederhanaan prosesnya membuat pengolahan obat herbal tidak memerlukan teknologi canggih dan modal riset yang besar. Banyak obat herbal yang diproduksi oleh usaha rumah tangga yang dipasarkan dari pintu ke pintu. Berkat internet, kini distribusi obat herbal semakin mudah dan mendunia.
4. Menghilangkan akar penyebab penyakitObat herbal tidak hanya berkhasiat menyembuhkan gejala penyakit, tetapi juga menghilangkannya hingga ke akar penyebabnya. Hal ini karena efek obat herbal bersifat holistik (menyeluruh) sehingga tidak hanya berfokus pada penghilangan penyakit tapi juga pada peningkatan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.
5. Bisa dibeli siapa saja dan di mana saja
Siapa pun boleh membeli obat herbal di mana pun. Anda tidak perlu resep dokter atau pergi ke apotik untuk membelinya. Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter bila mengkonsumsi obat herbal bersamaan dengan obat farmasi karena dikhawatirkan terjadi interaksi obat.
6. Murah
Dibandingkan dengan obat-obatan farmasi, obat herbal relatif lebih murah. Hal ini karena obat herbal tidak perlu membayar biaya paten atau dana riset yang besar. Di masa mendatang, harga obat-obatan herbal bahkan dapat jauh lebih murah bila skala produksinya lebih efisien.
7. Multi-khasiat
Obat herbal dapat digunakan untuk pengobatan lebih dari satu penyakit. Habbatussauda (jintan hitam) bisa membantu menghilangkan asam urat, diabetes, migren, kanker sampai hepatitis. Bawang putih tidak hanya bersifat antivirus namun juga menurunkan kadar kolesterol dan menguatkan jantung. Banyak sekali bahan alami lainnya yang multi-khasiat seperti itu.
Sebetulnya bila kita coba mengerti keadaan dan cukup membaca bahwa "dunia kita di-ombang ambing kan" oleh segelintir manusia yang berkedudukan tinggi tapi tanpa perasaan sebagai sesama manusia.
Saya kebetulan membaca dan mengikuti persoalan ini lewat internet http://www mercola.com. tanggal 25 Oktober 2005 (avian flu hoax). Website mercola .com merupakan website kesehatan yang terbanyak dibaca seluruh dunia dan merupakan suatu website yang lain dari yang lain. Sebab dunia kedokteran yang kita pahami saat ini, merupakan kaki tangan industri pharmacy dunia.
Saya selain berpraktek dokter, mempunyai perhatian tentang lingkungan, maka sewaktu santernya tentang flu burung ada beberapa pasien saya yang mempunyai peternakan ayam.
Dan saya menganjurkan mereka menambah makanan ayamnya dengan tepung ikan. Kenapa? Tepung ikan mengandung omega-3 yang essential untuk kehidupan sehat pada setiap makhluk hidup. Maka apa hasilnya?
Peternak ayam yang mengikuti anjuran saya, ternaknya tidak satupun yang menjadi korban flu burung. Tetapi peternak lain dengan alasan pemberian tepung ikan kurang menguntungkan (karena harga jual telur dan daging tidak cocok dengan cost), ternak ayamnya banyak mati.
Permasalahannya sederhana. Sebagai dokter saya cukup paham, bila daya tahan setiap makhluk memadai karena gizi (makanan), maka segala macam penyakit tidak ada masalah, termasuk juga manusia.
Kita panik karena kurang pengetahuan tentang kesehatan. Virus selalu ada di sekeliling kita dan karena daya tahan tubuh kita turun, maka virus yang tadinya tidak berpengaruh apa-apa, akhirnya menyerang tubuh kita dan kita jadi sakit.
Mengenai korban manusia, itu disebabkan makanan kita kurang menunjang kesehatan. Pengertian kita, bila sudah makan maka otomatis sehat adalah salah besar. Juga bila sakit harus makan "obat" juga salah besar.
Demikian pula dengan demam berdarah dengue. Tubuh kita turun kekebalannya karena keadaan gizi yang tidak menunjang untuk sehat.
Dari dulu nyamuk selalu ada dan hidup berdampingan dengan makhluk hidup lain, tapi begitu daya tahan tubuh kita menurun maka segalanya jadi masalah. Dan lantas nyamuk hendak dibasmi? Mana mungkin.
Hanya industri pharmacy yang mencari akal untuk "menciptakan obat" dan "membasmi" penyakit. Dan demikian kita di Fakultas Kedokteran diajarkan bagaimana mengatasi penyakit dengan obat.
Sebab kita tidak pernah dididik kenapa kita menjadi sakit dan apa penyebab kita sakit.
Dengan diketahui sebabnya maka segala penyakit dapat diatasi tanpa mengganggu keseimbangan alam semesta. Bagaimana supaya kita sehat harus diatasi dengan nutrisi.
Dr Tan Tjiauw Liat
Jl. Pluit Putri Dalam No 8 Jakarta Utara
Saat ini di seluruh dunia manusia semakin sadar akan pentingnya kembali ke alam untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Alam dari dulu sebenarnya telah menyediakan berbagai macam obat yang selama ribuan tahun dimanfaatkan manusia secara turun-temurun. Manusia modern-lah yang kemudian cenderung mengabaikan anugerah alam tersebut.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran tersebut, riset-riset ilmiah pun kini semakin banyak diarahkan pada bahan-bahan alami. Obat-obatan herbal atau jamu yang diproses secara modern dan didukung hasil riset pun semakin banyak tersedia. Beberapa puluh tahun lalu, Anda tidak dapat membayangkan sedemikian banyaknya pilihan obat herbal modern yang kini ada di pasaran.
Apa saja keunggulan menggunakan obat herbal dibandingkan obat farmasi?
1. Tidak ada efek samping
Obat herbal adalah produk alami yang ditemukan di alam dan benar-benar bebas dari semua jenis efek samping. Orang Indonesia telah berabad-abad meminum berbagai macam jamu tradisional dan belum pernah tercatat ada kasus efek samping yang mematikan. Namun Anda tetap perlu berhati-hati karena beberapa jenis jamu tradisional diproduksi tidak secara higienis dan bahkan dicampur zat-zat kimia sehingga berbahaya bagi tubuh. Dalam hal ini yang berbahaya bukan jamunya, namun kontaminasi jamur dan zat tambahannya.
2. Bebas toksin
Obat farmasi adalah racun. Anda tidak boleh mengkonsumsinya sembarangan. Obat herbal bebas racun sehingga aman dikonsumsi siapa pun, bahkan seringkali memberikan efek meluruhkan racun dalam tubuh (detoksifikasi).
3. Mudah diproduksi
Obat herbal adalah hasil pengolahan yang sederhana atas akar, umbi, buah, bunga, kulit kayu dan bagian tanaman lainnya. Kesederhanaan prosesnya membuat pengolahan obat herbal tidak memerlukan teknologi canggih dan modal riset yang besar. Banyak obat herbal yang diproduksi oleh usaha rumah tangga yang dipasarkan dari pintu ke pintu. Berkat internet, kini distribusi obat herbal semakin mudah dan mendunia.
4. Menghilangkan akar penyebab penyakitObat herbal tidak hanya berkhasiat menyembuhkan gejala penyakit, tetapi juga menghilangkannya hingga ke akar penyebabnya. Hal ini karena efek obat herbal bersifat holistik (menyeluruh) sehingga tidak hanya berfokus pada penghilangan penyakit tapi juga pada peningkatan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.
5. Bisa dibeli siapa saja dan di mana saja
Siapa pun boleh membeli obat herbal di mana pun. Anda tidak perlu resep dokter atau pergi ke apotik untuk membelinya. Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter bila mengkonsumsi obat herbal bersamaan dengan obat farmasi karena dikhawatirkan terjadi interaksi obat.
6. Murah
Dibandingkan dengan obat-obatan farmasi, obat herbal relatif lebih murah. Hal ini karena obat herbal tidak perlu membayar biaya paten atau dana riset yang besar. Di masa mendatang, harga obat-obatan herbal bahkan dapat jauh lebih murah bila skala produksinya lebih efisien.
7. Multi-khasiat
Obat herbal dapat digunakan untuk pengobatan lebih dari satu penyakit. Habbatussauda (jintan hitam) bisa membantu menghilangkan asam urat, diabetes, migren, kanker sampai hepatitis. Bawang putih tidak hanya bersifat antivirus namun juga menurunkan kadar kolesterol dan menguatkan jantung. Banyak sekali bahan alami lainnya yang multi-khasiat seperti itu.




Komentar
Posting Komentar